http://www.lokerseni.web.id/2014/10/kumpulan-cerita-humor-lucu-terbaru-2014.html
KUMPULAN HUMOR dari web diatas
PENGALAMAN PERTAMA SOPIR TAXI
Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain. Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi," kata sopir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah.
"Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak."
"Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama."
"Oh begitu. Trus kok bisa kaget begitu?"
"Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah."
Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain. Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi," kata sopir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah.
"Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak."
"Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama."
"Oh begitu. Trus kok bisa kaget begitu?"
"Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah."
Suatu hari dalam hutan rimba.Monyet: "Tarzan..., kenapa sih engkau saja yang pakai celana? Kami semua tak pakai. Ada rahasia apa sih?"Tarzan: "Nggak ada rahasia²an!"Monyet: "Kita kan berkawan baik. Masak sama kita saja ada rahasia?"Tarzan: "Aku bilang nggak ada..., ya nggak ada!"Monyet sungguh enggak puas dengan jawaban Tarzan. Jadi dia pun ajak kawan² dia ke pondok Tarzan dan mengintai untuk mencari rahasia Tarzan.Seperti biasa, sebelum mandi Tarzan mesti buka celananya (itulah satu²nya celana dia). Begitu lihat Tarzan yang b**il monyet² pun ketawa sampai sakit perut. Monyet berkata, "Pantesan saja dia pakai celana. Rupanya dia malu, sebab ekor dia ada di depan, pendek dan buntet lagi!!!"
ketawa.com
Cerita Lucu dan Humor Indonesia
Tidak Memiliki Waktu Tersisa Untuk Hidup
Sambil menatap pasiennya, dokter memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
Tidak Segera ke Dokter
Nenek Titik, seorang wanita berusia 85, berjalan perlahan-lahan dan tertatih ketika dia bertemu dokternya, yaitu dr Minto.
Dr. Minto bertanya kepada nyonya tua itu, "Nyonya Titik, bagaimana kabar anda?"
Untuk waktu yang agak lama, wanita itu memberi dokter itu tatapan mengerikan dan kemudian dia berkata, "Anda bertanya kepada saya bagaimana kabar saya! Saya akan memberitahu anda bagaimana perasaan saya!! Kaki saya sakit, dada saya sakit, jantung saya berdetak terlalu cepat dan saya tidak bisa tidur!! Saya mengalami sakit kepala yang mengerikan dan perut saya juga sakit!"
Dokter itu melihat wanita tua dengan kasihan, "Jika anda merasa begitu mengerikan, kenapa anda tidak segera datang ke klinik saya?"
Nenek Titik menarik nafas panjang dan berkata, "Sebenarnya beberapa waktu lalu saya ingin sekali segera ke sini. Hanya saja, saya menunggu sampai saya merasa agak baikan, baru saya periksa ke dokter."
Dr. Minto bertanya kepada nyonya tua itu, "Nyonya Titik, bagaimana kabar anda?"
Untuk waktu yang agak lama, wanita itu memberi dokter itu tatapan mengerikan dan kemudian dia berkata, "Anda bertanya kepada saya bagaimana kabar saya! Saya akan memberitahu anda bagaimana perasaan saya!! Kaki saya sakit, dada saya sakit, jantung saya berdetak terlalu cepat dan saya tidak bisa tidur!! Saya mengalami sakit kepala yang mengerikan dan perut saya juga sakit!"
Dokter itu melihat wanita tua dengan kasihan, "Jika anda merasa begitu mengerikan, kenapa anda tidak segera datang ke klinik saya?"
Nenek Titik menarik nafas panjang dan berkata, "Sebenarnya beberapa waktu lalu saya ingin sekali segera ke sini. Hanya saja, saya menunggu sampai saya merasa agak baikan, baru saya periksa ke dokter."
Merasa Menjadi Orang Lain
Seorang pasien menderita gangguan mental karena merasa menjadi orang lain, sehingga harus dirawat secara intensif.
Setelah melalui banyak sesi konsultasi, psikiater berkata kepada pasiennya: "Selamat, Pak, anda telah sembuh."
Pasien mengatakan: "Hasil dari pengobatan ini membuat saya kecewa. Sebelum terapi, saya adalah Presiden. Sekarang saya bukan siapa-siapa."
Setelah melalui banyak sesi konsultasi, psikiater berkata kepada pasiennya: "Selamat, Pak, anda telah sembuh."
Pasien mengatakan: "Hasil dari pengobatan ini membuat saya kecewa. Sebelum terapi, saya adalah Presiden. Sekarang saya bukan siapa-siapa."
Source: http://www.ketawa.com/
Sambil menatap pasiennya, dokter memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
Source: http://www.ketawa.com/
Sambil menatap pasiennya, dokter memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
Source: http://www.ketawa.com/
Sambil menatap pasiennya, dokter memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
"Saya sudah sampai pada keputusan terakhir, yakni bahwa saya harus memberitahu anda. Anda adalah orang yang sangat sakit. Saya yakin anda ingin tahu fakta-faktanya. Saya berpikir bahwa anda tidak memiliki banyak waktu yang tersisa untuk hidup. Sekarang, apakah ada orang yang ingin anda temui?"
Sambil membungkuk ke arah pasien yang terbaring lemah itu, dokter mendengar pasien ini dengan lembut menjawab, "Ya."
Dokter bertanya, "Siapakah orang yang ingin anda temui ini?"
Dalam nada sedikit lebih kuat, pasien mengatakan, "Saya mau bertemu dokter yang lain."
Source: http://www.ketawa.com/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar